oleh

Pelaku Penganiaya Balita 5 Tahun di Bekasi Diringkus Polisi

TENTANGBEKASI.COM – Pelaku tindak kekerasan terhadap MM, balita berusia 5 tahun yang tinggal di Pondok Gede, tepatnya di Komplek Prima Lingkar Asri, Jatibening Kota Bekasi akhirnya diringkus polisi.

Pelaku bernama Aryanto alias Ari (29) akhirnya diringkus di Cirebon, Senin (1/10/2018) setelah dilakukan pengejaran oleh Polres Metro Bekasi Kota.

Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota, Wijonarko menjelaskan, sebelumnya, pelaku sempat melarikan diri ke Kebumen, Jawa Tengah. Namun, pihaknya belum dapat menangkap pelaku.

Akhirnya, pelaku dapat diringkus di Cirebon yang kemudian langsung dibawa ke Kota Bekasi untuk di tahan.

“Pelaku bernama Aryanto memang benar merupakan rekan ibu korban atas nama Ani Nuraini,” ujar Wijonarko saat menggelar konferensi pers di Markas Polres Metro Bekasi Kota, Selasa (2/10/2018).

Dikisahkan Wijonarko, awalnya, antara ibu korban dengan pelaku sempat terjadi cekcok saat tengah melakukan minum-minuman berakohol disalah satu supermarket yang terletak tak jauh dari lokasi rumah korban.

Kemudian, pelaku Ari yang menitipkan motor dirumah korban, pun langsung menuju lokasi untuk mengambil motor karna hendak pulang duluan.

Setibanya dirumah korban, seorang pembantu bernama Widia membukakan pintu untuk pelaku.

Karna sudah dipengaruhi minuman berakohol dan mabuk, pelaku pun hendak memperkosa Widia. Namun, Widia berhasil melarikan diri dan aksi pemerkosaan pun tak terjadi.

Namun, MM yang tengah tidur, akhirnya terbangun karna mendengar suara gaduh. Pelaku pun melihat MM yang kemudian melakukan penyerangan.

“Karna mungkin masih kesal, pelaku pun melampiaskan kekesalannya ke korban dengan memukul korban, menyeret korban ke kamar mandi yang mana korban sempat terbentur kepalanya,” beber Wijonarko.

Usai melakukan tindakan kekerasan, pelaku pun melarikan diri. Korban pun sudah mengalami luka berat, berlumuran darah, dan basah kuyup.

“Akhirnya, korban ditemukan oleh sang ibu yang baru pulang main-main itu saat sudah menjelang subuh. Dan langsung membawa korban kerumah sakit,” terangnya.

Korban sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang PICU, Rumah Sakit Awal Bross, Bekasi Selatan dan mengalami traumatis.

Pelaku yang merupakan seorang tukang parkir itu dijatuhi hukuman sesuai dengan Pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan kurungan 15 tahun penjara.

Disisi lain, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Rury Arief Rianto menambahkan, meski saat ini korban MM sudah keluar dari rumah sakit, namun pihaknya masih akan melakukan pendampingan kepada korban.

“Kita dari KPAD masih tetap melakukan pendampingan terhadap korban. Selain itu, pendampingan psokologis terhadap ibu dan kakak korban yang juga mengalami traumatis, juga akan kita lakukan sampai mereka benar-benar pulih,” pungkas Rury.

(ega/tb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed