oleh

Warga Bersukarela Bongkar Rumahnya Demi Normalisasi SS Irigasi di Medan Satria

TENTANGBEKASI.COM – Sejumlah warga Tanah Apit RT 06 RW 09, Kelurahan Medan Satria dengan sukarela membongkar bangunan rumahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengirimkan surat imbauan kepada warga yang tinggal di bantaran Saluran Sekunder (SS) Irigasi Tanah Apit untuk dilakukan pembongkaran guna keperluan normalisasi kali.

Kurang lebihnya, ada sekitar 22 bangunan semi permanen dan 48 Kepala Keluarga yang membongkar rumah mereka secara sukarela yang membentang sejauh 500 meter.

Hal itu dilakukan warga secara sadar lantaran bangunan pemukiman sejumlah warga tersebut berada diatas lahan Irigasi Kali Tanah Apit yang merupakan milik Perusahaan Umum Jasa Tirta II (PJT).

Meski demikian, warga yang membongkar rumahnya sendiri tersebut justru mengungkapkan rasa syukur.

Pasalnya, bangunan rumah yang berada diatas lahan PJT II tersebut tidak serta merta dibongkar menyeluruh, dan warga hanya diminta membongkar bangunan rumahnya sekitar 6 meter dari bibir kali.

“Alhamdulillah, justru kami sangat bersyukur karna rumah kami tidak dibongkar seluruhnya dan hanya disuruh membongkar sekitar 6 meter dari bibir kali. Hal itu berkat toleransi dari pak Wali Kota,” ujar Ketua RT 06 RW 09, Mustofa kepada Tentangbekasi.com, Minggu (7/10/2018).

Mustofa juga mengakui, proses pembongkaran rumah warganya itu juga berjalan lancar tanpa ada keluhan, apalagi gesekan.

Justru, warga yang secara sadar membongkar rumahnya sendiri itu, kata Mustofa, sebagai wujud dukungan program Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

“Karna kami juga sadar, selama ini kami tinggal diatas lahan Irigasi, dan menutup kondisi kali. Jadi, ketika pak Wali Kota punya program normalisasi kali, sebagai wujud dukungan kami terhadap program-program pembangunan itu, ya kami secara sadar membongkar bangunan rumah kami sendiri,” beber Mustofa.

Disisi lain, salah satu Kader PKK RT 06, Rina mengatakan, sejumlah warga yang rumahnya dibongkar secara sadar itu merupakan warga yang sudah belasan tahun tinggal di area tersebut.

“Meski kami sudah lama tinggal disini, tapi kami sadar bahwa lahan ini memang bukan hak kami dan kewenangan PJT II. Apalagi Pemkot sendiri tidak serta merta membongkar rumah kami, dan justru memberi kami toleransi dengan tetap mengizinkan kami tinggal disini, justru kami sangat bersyukur dan berterima kasih, khususnya kepada pak Wali Kota yang sangat pengertian terhadap kami,” jelas Rani.

Rani pun optimistis, warga yang diberi waktu satu minggu untuk membongkar rumahnya oleh Wali Kota akan bisa menyelesaikan hal tersebut sesuai target.

“Intinya kami mendukung apa yang menjadi program pak Wali Kota. Kami tau, area ini akan dijadikan sebagai salah satu sarana infrastruktur dan penataan Kota Bekasi. Jadi kami sebagai warga harus mendukung hal tersebut,” pungkasnya.

(ega/tb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed