oleh

Kelas Photography GSNP Batch 3 Masuki Tahap Final Project

TENTANGBEKASI.COM – Setelah hampir menjalani proses pembelajaran selama tiga bulan, kelas photography Gallery Studio Nila Photoworks (GSNP) Batch 3 akhirnya memasuki tahap Final Project.

Tahap tersebut sendiri merupakan tahapan terakhir dari seluruh pembelajaran yang diberikan dalam kelas photography GSNP dan hasil akhir bagi para peserta untuk bisa mendapatkan sertifikat dan nilai akhir.

Owner GSNP, Nilasari Savitri mengatakan, dari jumlah 12 peserta yang mengikuti kelas photography GSNP pada batch ke 3 ditahun 2018 ini tersaring 9 peserta yang akhirnya bisa mengikuti kelas hingga tahap final project.

“Dan dari 9 peserta ini akhirnya mereka bisa masuk ke tahap final project. Dimana mereka akan membuat project conceptual photo story yang memiliki sejumlah proses yang harus mereka selesaikan hingga mencapai hasil dari final project kelas photography GSNP ini,” ujar Nila.

Nila menjelaskan, dalam menyelesaikan final project, para peserta akan dilihat dan dinilai oleh para mentor dalam segi proses. Sejauh mana dan segigih apa para peserta bisa menyelesaikan final project untuk bisa menghasilkan foto story yang sesuai dengan konsep yang telah ditentukan.

“Secara spesifikasi, kami sebagai mentor pastinya memiliki penilaian sesuai dengan teori yang diberikan kepada peserta sesuai dengan basic masing-masing. Tapi inti dari penilaian final project kali ini kami melihat lebih kepada proses. Sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang telah kami berikan selama tiga bulan dalam menghasilkan sebuah karya visual yang sesuai dengan konsep dan ide yang mereka ajukan,” jelas Nila.

Final project pada Batch 3 kali ini, diambil dua konsep foto story dari hasil penilaian sembilan konsep dari seluruh peserta. Yakni konsep foto story Nomophobia yang memiliki makna terkait dampak sosial yang cukup luas dan merupakan kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Serta konsep Campaign Beginners Voter yang merupakan isu ter-uptodate saat ini. Kedua konsep tersebut, menurut Nila, memiliki makna dan nilai story yang berbeda dan out of the box.

“Kedua konsep untuk final project kali ini terbilang sangat berbeda. Para peserta kali ini juga terbilang kreatif, mereka bisa memikirkan konsep yang berbeda, lain dari pada yang lain, dan itu original ide dan pemikiran dari masing-masing pribadi. Dan kedua konsep yang kita ambil itu merupakan konsep terbaik yang akhirnya kami jadikan sebagai final project dari kelas photography batch 3 ini,” ungkap Nila.

Salah seorang mentor lain, Didik Iman menambahkan, pada kelas photography GSNP yang dibuka secara gratis tersebut bukan hanya sekedar memberikan pengetahuan dasar fotografer kepada calon fotografi, namun lebih dari pada itu, calon fotografer juga diajarkan sejumlah teori dan materi khusus.

Didik yang merupakan mentor mengenai literasi visual dan foto story pun menekankan dan menggaris-bawahi, menjadi hal penting mengenai pemberian materi pemahaman untuk melakukan riset terhadap konsep yang diajukan oleh masing-masing peserta. Dimana menurut dia, peserta harus mampu melakukan riset yang aktual untuk kelengkapan data sehingga karya visual yang dihasilkan memiliki makna yang dalam.

“Riset itu menjadi hal terpenting daripada konsep dan ide pokok pemotretan. Selain itu, pengarahan yang kami berikan kepada anak-anak ialah dimana mereka tidak hanya memproduksi tapi mereproduksi. Kami ajarkan dan arahkan mereka kepada cara melihat hal yang simpel dan minimalis, namun bisa menghasilkan sesuatu yang bernilai dan bermakna,” beber Didik.

Lebih lanjut, Dian Anugrah yang merupakan mentor Teknik Photography pun menilai, para peserta kelas fotografi Batch 3 kali ini, hampir 90 persen peserta mampu menyerap dan memahami seluruh materi dan teori yang diberikan oleh tiap-tiap mentor. Terutama basic fotografi itu sendiri yang meliputi teknik, konsep, elemen visual, etika, lighting, literasi visual, penyampai pemahaman ide, dan kreatifitas.

“Intinya kami disini dalam membuka kelas fotografi tidak hanya sekedar mengajarkan cara atau teknik pemotretan yang baik, tapi lebih dari pada itu, kami memberikan arahan dan pengetahuan terhadap pemaknaan dan pemahaman tentang fotografi, teknik, sejarah, pemaknaan dan foto story,” ujar Dian dalam kesempatan yang sama.

Terakhir, mentor pembelajaran mengenai Komposisi dan Elemen Visual Photography, Ruli Suryono mengatakan, melalui kelas photography GSNP, khususnya bagi para peserta batch 3 yang tengah melakukan final project, ia berharap nantinya para peserta akan mampu menjadi seorang photographer handal yang memiliki kepekaan terhadap komposisi dan elemen suatu object dan menciptakan karya foto story yang bernilai dan bermakna.

“Intinya, melalui kelas photograpy GSNP ini, kami tidak hanya sekedar mencetak seorang photographer yang handal dibidangnya tapi juga bisa membentuk pola pikir yang terstruktur dan sistematis dalam menuangkan sebuah ide menjadi karya visual dalam sebuah proses kreatif yang dapat dipertanggung jawabkan,” pungkas Ruli mengakhiri perbincangan.

(ega/tb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed