oleh

Tragis, Begini Cara HS Habisi Nyawa Keluarga Nainggolan

TENTANGBEKASI.COM – Sungguh tragis cara pelaku pembunuhan HS menghabisi nyawa keluarga Diaperum Nainggolan (DN) dikediamannya, di Jalan Bojong Nangka RT 002/007, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa lalu (13/11/2018).

Dalam melakukan aksi sadisnya tersebut, HS menggunakan sebilah linggis yang terdapat didalam brangkas rumah korban DN.

Lantaran masih diselimuti rasa sakit hati usia melakukan cekcok mulut terhadap korban, HS pun akhirnya nekad melakukan tindakan sadis tersebut dengan menghabisi nyawa seluruh keluarga korban DN.

“Jadi, awalnya itu hari Senin (12/11/2018) sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku HS itu mendatangi rumah korban dan menginap dirumah korban. Terjadilah cekcok mulut diantara pelaku dengan korban yang mengakibatkan pelaku sakit hati. Kemudian, sekitar pukul 23.00 WIB, korban dan keluarganya pun istirahat. Sedangkan pelaku HS bermain handphone di dapur. Nah, di dapur itu pelaku melihat ada linggis, dan saat itu juga timbul niat jahat pelaku untuk menghabisi nyawa korban,” ujar Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Wahyu Hadiningrat saat menggelar konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/11/2018).

Selanjutnya, pelaku pun memukul korban pertama DN dengan menghantamkan linggis ke kepala korban yang kemudian menusuk leher korban dan menggorok leher korban dengan linggis.

Kemudian, berlanjut ke korban kedua, sang istri DN atas nama Maya Ambarita (MA). Diketahui, korban MA sendiri merupakan kakak kandung si pelaku. MA pun mendapatkan perlakuan sama seperti apa yang dilakukan HS terhadap suaminya.

Yakni, hantaman linggis di bagian kepala, tusukan dibagian leher, dan gorokan dibagian yang sama.

“Kedua korban pun tewas ditempat, tepatnya diruang tengah. Kemudian, kedua anak korban pun terbangun dari kamar dan melihat kedua orangtuanya. Keduanya lantas bertanya kepada pelaku apa yang terjadi pada kedua orangtuanya. Pelaku pun menjawab bahwa orangtuanya tengah sakit dan menyuruh kedua anak korban untuk kembali tidur,” beber Wahyu.

Khawatir kedua anak korban mengetahui apa yang telah dilakukannya dan melaporkan hal tersebut kepada orang lain, HS pun akhirnya turut menghabisi nyawa kedua anak tersebut dengan cara mencekik bagian leher keduanya hingga tidak bisa bernafas dan akhirnya tewas ditempat.

Setelah satu keluarga tersebut sudah tak bernyawa, HS pun hendak melarikan diri. Namun sebelum itu, pelaku HS mengecek lemari korban dan menemukan uang tunai sebesar Rp 2 juta dan kunci mobil merek Nissan X-trail berwarna silver dengan nomor polisi (nopol) B 1075 UOG milik korban.

“Kemudian, pelaku pun pergi secara tergesa-gesa keluar dari rumah korban menuju ke arah kosannya yang terletak di Kampung Pasir Limus, RT 06/03, Cikarang, Kabupaten Bekasi,” imbuh Wahyu.

Sebelum tiba dikosannya, pelaku pun sempat mampir ke jembatan Kalimalang yang terletak di Jalan Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat untuk membuang barang bukti berupa sebilah linggis ke sungai Kalimalang.

Memasuki hari Rabu, (13/11/2018), sekitar pukul 6.00 WIB, pelaku pun akhirnya tiba dikosannya. Kemudian, pelaku langsung bergegas mandi dan berganti pakaian.

“Pelaku pun pergi ke klinik Pasir Limus untuk mengobati luka robek dibagian jari tangannya akibat terkena linggis saat memukul para korban. Kemudian, memindahkan mobil X-Trail yang dia bawa ke rumah temannya yang ada di Jurong Cikarang,” ungkap Wahyu.

Setelah mengamankan mobil X-Trail, pelaku HS bersama temannya pun menuju terminal dan menaiki bus Primajasa jurusan Bekasi-Garut menuju Gunung Guntur. Namun, pelaku sempat kembali ke kamar kosannya untuk mengambil motor.

Selanjutnya, pelaku pun berhasil pergi ke Kabupaten Garut dan melakukan perjalanan menuju Gunung Guntur. Setibanya di sana, pelaku pun beristirahat sembari memantau informasi tentang peristiwa pembunuhan yang ia lakukan terhadap keluarga DN melalui media sosial Facebook.

“Akhirnya, sekitar pukul 22.00 WIB, tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya mendapat informasi bahwa pelaku sedang berada di Kabupaten Garut dan langsung menemukan pelaku yang kemudian menangkap pelaku dab membawanya ke Mako Polda Metro Jaya untuk diperiksa,” beber Wahyu.

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, Polda Metro Jaya pun akhirnya menjatuhkan hukuman terhadap HS sesuai pasal 365 ayat 3 KUHP dan pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP, dengan hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Wahyu juga menambahkan, motif terbesar dari insiden pembunuhan sadis yang dilakukan HS terhadap keluarga DN yang merupakan sanak saudaranya sendiri, yakni lantaran sakit hati akibat korban DN dan MA yang kerap menghinanya.

“Jadi, korban DN ini kan punya usaha kos-kosan. Sebelumnya, pelaku HS sempat mengelola kos-kosan tersebut. Tapi kemudian, tidak mengelola lagi. Nah, sejak itu, pelaku kerap dihina oleh korban dan pelaku pun sakit hati. Hingga pada puncaknya, pelaku tega menghabisi nyawa para korban dan kedua anaknya,” pungkas Wahyu.

(ega/tb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed