oleh

Polres Metro Bekasi Kota Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Bekasi

TENTANGBEKASI.COM – Polres Metro Bekasi Kota bersama Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi pembunuhan keluarga Diperum Nainggolan (38) yang dilakukan oleh tersangka pembunuh, Haris Simamora (HS).

Rekonstruksi dilakukan di kediaman korban yang berada di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002/07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Rabu (21/11/2018).

Pada pelaksanaan rekonstruksi, pelaku HS pun memeragakan 37 adegan dari 62 adegan pembunuhan sadis yang ia lakukan terhadap seluruh keluarga korban Diperum Nainggolan.

“Hari ini kami rekonstruksi adegan mulai dari pelaku datang ke lokasi hingga ia menyimpan kendaraan yang dicurinya,” ujar Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto di tempat kejadian perkara (TKP), Rabu (21/11/2018).

Indarto menjelaskan, tujuan dilakukannya rekonstruksi ialah guna untuk menyinkronkan keterangan pelaku dan saksi serta menguatkan barang bukti perkara.

Sebelumnya, pihaknya kepolisian sendiri telah memeriksa lima saksi dari peristiwa tersebut yang turut dihadirkan dalam kegiatan rekonstruksi.

Indarto pun kembali menekankan, salah satu motif terbesar tersangka HS yang akhirnya nekad membunuh seluruh keluarga Diperum Nainggolan, yang mana istri korban atas nama Maya Ambarita merupakan kakak kandung pelaku yakni lantaran hinaan yang kerap kerap dilontarkan oleh para korban terhadap dirinya.

“Pelaku sakit hati, ketika pelaku main ke rumah korban, ia sering dihina. Jadi itulah alasannya kenapa si pelaku HS ini akhirnya nekad menghabisi nyawa satu keluarga ini,” beber Indarto.

Korban atas naman Diperum Nainggolan (38), Maya Boru Ambarita (37) sang istri, serta kedua anaknya Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7) tewas dibunuh pelaku HS pada Senin (12/11/18) sekitar pukul 23.00 WIB lalu.

Sedangkan, pada Rabu (14/11/2018), sekitar pukul 14.00 WIB, berdasarkan pengembangan penyidik, kepolisian menemukan mobil X-Trail milik korban yang dibawa oleh pelaku dan terparkir di indekos pelaku HS yang terletak di area Cikarang.

Selanjutnya, tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, INAFIS Polda Metro Jaya dan penyidik melakukan pun melakukan olah TKP kendaraan.

Berdasarkan hasil olah TKP pada mobil, akhirnya ditemukan bercak darah di beberapa tempat dalam mobil tersebut yang terletak di gagang pintu kanan mobil, di bawah karpet bagian sopir, dan di sabuk pengaman.

Selain itu, terdapat pula bercak-bercak darah di celana panjang hitam milik pelaku HS hasil dari penggeledahan kamar pelaku.

Atas kejadian tersebut pun, pelaku terancam hukuman pidana sesuai pasal 365 ayat 3 KUHP dan pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP, dengan hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara.

(ega/tb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed