oleh

Kawali Pinta Pemerintah Tindak Tegas Pencemar Laut

TENTANGBEKASI.COM – Adanya dugaan pencemaran limbah minyak/pek dari pengeboran migas, dan limbah sampah dari daratan di kepulauan seribu, menjadi perhatian Koalisi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Kawali).

Direktur Nasional Eksekutif Kawali, Puput TD Putra mengatakan, limbah PEK diduga dari kilang migas di kepulauan seribu, dan limbah sampah bisa jadi kiriman dari sungai Ciliwung di DKI, Banten dan Jawa barat .

Pencemaran PEK dan sampah ini, kata dia, sudah sering terjadi, dan perlu di pertanyakan kinerja para pejabat terkait, khususnya dirjen- dirjen terkait yang gagal melaksanakan amanat UU LH No 23 tahun 1997.

Pencemaran limbah minyak ini diduga di sebabkan adanya dampak dari aktivitas explorasi kilang minyak yang ada disebelah timur (kepulauan seribu utara, nyaris diperbatasan).

Maka itu, Kawali mengimbau kepada pemerintah dan stakeholder terkait untuk tegas menyikapi terjadinya pencemaran ini yang sudah sering berulang kali terjadi di kepulauan seribu. Kawali dan warga kepulauan seribu berharap pemerintah daerah dan pihak terkait agar segera menindak tegas dan memberikan sangsi sebenar-benarnya kepada perusahaan pelaku pencemaran tersebut, serta menindak akan kelalaian kerja dan pengawasan pejabat yang berwenang dalam dalam hal kasus pencemaran ini.

“Dampak pencemaran minyak ini tentunya merusak kondisi ekosistem lingkungan laut di kepulauan seribu dan ini sudah sering berulang-ulang terjadi,” ungkap dia melalui rilis yang tentangbekasi.com terima, Selasa (27/11/2018).

(red/tb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed