oleh

FE Unkris Helat Seminar Kewirausahaan Bersama Pelajar

-Pendidikan-287 views

TENTANGBEKASI.COM – Universitas Krisnadwipayana (Unkris) melalui Fakultas Ekonomi helat Seminar Nasional di Pendopo Unkris, Sabtu (15/12/2018).

Seminar kali ini mengangkat tema “Pengenalan Sejak Dini Kewirausahaan Kepada Anak Didik”, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidang wirausaha. Diantaranya, Ketua Umum Kadin Indonesia, Eddy Ganefo, Ketua Aliansi Pedagang Pasar Indonesia, Nur Supriyanto, Direktur PT Sarana Multigriya Finance, Sutomo, Direktur Keuangan PT Cipta Pilar Persada, Evie Deria, dan Komisaris Utama PTPN IV, Suhwono.

Dalam seminar itu turut hadir Wakil Rektor I, Dr. H. Guswandi, SE., MM. Para peserta sendiri terdiri dari 200 siswa dan 40 orang perwakilan guru dari 20 SMA sederajat, dan mahasiswa Fakultas Ekonomi Unkris.

Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Suharto, SE. MS. mengatakan, bahwa seminar ini dalam rangka membantu Pemerintah lahirkan wirausaha-wirausaha baru yang handal, dan terampil dalam bisnis. Sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan dan dapat menekan angka pengangguran.

“Sejalan dengan Visi Fakultas Ekonomi Unkris, yakni hasilkan sarjana ekonomi profesional yang berorientasi kewirausahaan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, para narasumber yang hadir adalah para praktisi-praktisi yang memang handal dibidang wirausaha dan dapat memotivasi peserta.

Perhelatan seminar dan telewicara sendiri, lanjut Suharto, diadakan dua bulan sekali, serta menghadirkan pembicara dari Kadin dan Hipmi DKI Jakarta.

“Kita (Unkris) ada cabang Hipmi Perguruan Tinggi, dimana sangat sedikit perguruan tinggi ada cabang Hipmi-nya,” beber Suharto.

Ia berharap kedepan alumni atau lulusan Fakultas Ekonomi Unkris semakin banyak yang menggeluti wirausaha, dan sukses. Karena dengan berwirausaha akan menciptakan lapangan pekerjaan, dan membantu alumni lainnya, dimana lapangan pekerjaan saat ini terbatas.

Maka itu, Fakultas Ekonomi saat ini didorong terus untuk wirausaha. Ia tidak menapik kalau alumni tidak semua akan berwirausaha. Karena pada umumnya ada yang ingin bekerja disektor formal seperti bank, perusahaan, PNS dan sebagainya. Namun, pihaknya kini sedang berjuang bahwa jadi wirausaha adalah sebuah alternatif untuk dapatkan pekerjaan (membuka lapangan kerja).

Ditempat sama, Ketua Umum Kadin Indonesia, Eddy Ganefo menuturkan, pengenalan wirausaha sejak dini ditingkat SMA sederajat, dan mahasiswa kini menjadi tuntutan global.

“Selama ini kita masih mimpi dan punya keinginan. Sementara dinegara lain, mereka SMA dan mahasiswa sudah hasilkan uang (karena wirausaha),” tuturnya.

Maka itu, kata Eddy, generasi penerus atau lebih dikenal kaum milenial jangan sampai ketinggalan. Bila perlu ditingkat SMA sederajat, perguruan tinggi ada mata pelajaran atau mata kuliah wirausaha, minimal satu semester. Sehingga setelah lulus sekolah atau kuliah tidak lagi memikirkan cari pekerjaan, tapi justru ciptakan lapangan kerja.

“Kita sudah dorong ke Dikbud atau Dikti (untuk mapel dan makul wirausaha). Didaerah (Kadin daerah) sama melaksanakan sosialisasi tentang kewirausahaan, seperti di Bengkulu bukan hanya pelajar dan mahasiswa, tapi ibu rumah tangga dilatih kewirausahaan membuat batik didesa, dan ibu rumah tangga ini menghasilkan,” tukasnya.

Menurut Eddy, orang Indonesia adalah manusia yang cerdas dan pintar. Tinggal bagaimana membangun etos semangat untuk berwirausaha. Jadi bukan sekedar teori yang didapat dalam setiap pelatihan yang ada, melainkan dapat menerapkan teori (membuka usaha).

“Negara lain seperti Singapura dan China generasi milenialnya sudah hasilkan uang yang banyak. Saya berharap (generasi milenial) lulus sudah siap jadi pengusaha,” harapnya.

(ayi/tb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed