oleh

PDAM Meliputi Dua Cakupan Pelayanan di Kota dan Kabupaten Bekasi

-Advertorial-266 views

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dalam dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM), menargetkan cakupan pelayanan yang harus dicapai tahun 2017 sebesar 53,3 persen. Namun dengan cakupan pelayanan sebesar 40,32 persen akhir 2017, PDAM belum maksimal mendukung target 100 persen akses air minum nasional, dilihat dari aspek keuangan, operasi, maupun administrasi.

Dengan demikian, Pemkab Bekasi dalam menetapkan kebijakan pengembangan air minum, akan diarahkan untuk mencapai sasaran tersebut di atas. PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dalam bidang pelayanan air minum, menetapkan suatu visi dan misi yang memberikan arah kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuannya.

Oleh karena itu, PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi dalam upaya meningkatkan cakupan pelayanan dalam penyediaan air bersih, menetapkan suatu sasaran yang akan dicapai, strategi pelaksanaan pencapaian sasaran dan mendasarkan setiap strategi, serta sasaran pada kebijakan yang ada. PDAM ini menyusun suatu dokumen rencana strategi (corporate plan) untuk merencanakan bagaimana dapat mencapai sasaran yang ditetapkan dengan memperhatikan faktor kekuatan, dan kelemahan yang dimiliki perusahaan serta adanya peluang dan hambatan.

Namun demikian rencana kegiatan yang dinyatakan dalam dokumen corporate plan, perlu dikaji lebih lanjut untuk mengetahui kegiatan yang dapat diusahakan agar PDAM mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut. Keuntungan yang dimaksud disini, bukan semata-mata keuntungan bisnis dari PDAM, namun lebih ditujukan pada bagaimana rencana PDAM untuk menjalankan usahanya, agar minimal tarif/harga jualnya setara dengan biaya yang dibutuhkan untuk produksi.

Rencana PDAM tersebut meliputi identifikasi kegiatan, pelaksana kegiatan terkait biaya investasi yang diperlukan, sumber pendanaan dan jadwal pelaksanaan kegiatannya. Rencana kegiatan tersebut, didokumentasikan dalam suatu rencana kegiatan usaha.

Adapun maksud penyusunan business plan ini, adalah agar manajemen perusahaan mengetahui kondisi kemampuan perusahaannya untuk meningkatkan pelayanan air minum ditinjau dari aspek teknis, manajemen dan keuangan. Dengan demikian, rencana usaha yang disusun bertitik tolak dari keadaan yang sebenarnya, dan dapat diimplementasikan secara realistis.

Sedangkan tujuannya, memberikan arah pelaksanaan kegiatan peningkatan pelayanan air minum, agar sejalan dengan visi dan misi PDAM, dan memudahkan evaluasi kegiatan yang dilaksanakan terhadap rencana yang ditetapkan. Termasuk memudahkan penyusunan program baru yang dapat mengakomodasi deviasi yang terjadi.

17 IPA

Cakupan wilayah pelayanan PDAM ini, meliputi Kabupaten dan Kota Bekasi. Untuk menjangkau dan melayani pelanggan yang termasuk dalam cakupan wilayah tersebut, SPAM PDAM Bekasi teridiri dari 17 Instalasi Pengolahan Air (IPA), dan dua sumur bor.

Untuk wilayah pelayanan Kota Bekasi, meliputi IPA Rawalumbu kapasitas produksi 260 liter per detik (l/d), IPA Pondok Ungu 450 l/d, IPA Poncol 480 l/d, IPA Rawa Tembaga 290 l/d, dan Sumur Bor Pondokgede 20 l/d.

Sedang wilayah pelayanan Kabupaten Bekasi, yakni IPA Kedungwaringin 40 l/d, IPA Tarumajaya 50 l/d, IPA Tanah Merah 50 l/d, IPA Sukatani 60 l/d, IPA Cabangbungin 40 l/d, IPA Tegal Gede 675 l/d, IPA Bojongmangu 75 l/d, IPA Tambun 110 l/d, IPA Babelan 320 l/d, IPA Tambun Utara 50 l/d, IPA Tambelang 20 l/d, IPA Cikarang Barat 50 l/d, IPA Tegal Danas 40 l/d, dan Sumur Bor Setu 5 l/d.

Dalam penyikapan SPAM sebagai suatu satuan bisnis unit, yang digunakan adalah cabang pelayanan. Sistem penyediaan air minum PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi terdiri dari : intake air baku, IPA, pipa transmisi, perpipaan distribusi, dan sambungan rumah

Bicara rata-rata pemakaian air oleh konsumen, kini sebesar 17,34 m3/sambungan/bulan. Hal itu memungkinkan dalam lima tahun kedepan untuk ditingkatkan ke tingkat konsumsi yang wajar. Berdasarkan indikasi program yang dipaparkan, dibuatlah program kerja yang menjadi acuan bagi PDAM dalam melakukan usaha bisnisnya dalam lima tahun kedepan.

Program kerja ini distrukturkan dalam tahapan program rehabilitasi dan optimalisasi, program pengembangan, dan program penambahan sambungan pelanggan. Hal tersebut sebagai salah satu upaya PDAM mendukung program pemerintah melalui Sustainable Development Goals (SDGs), dan akses universal 100-0.100 untuk mencapai program pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat 100 persen.

(ayi/tb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed