oleh

Peringati Hari Kartini, RS Siloam Area Bekasi Beri Pemahaman Soal Kesehatan dan Kecerdasan Anak

-Kesehatan-37 views

TENTANGBEKASI.COM – Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2019, Rumah Sakit (RS) Siloam Area Bekasi yang meliputi RS Siloam Bekasi Timur, RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya dan RS Sentosa-Siloam Hospitals Group (SHG) bersama-sama mengajak kaum Ibu untuk mempersiapkan anak sehat dan cerdas mulai dari kandungan.

Kegiatan berupa seminar yang dikemas dalam bentuk Media Gathering pun dihelat di RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya, Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (22/4/2019).

Dalam kesempatan tersebut pun, RS Siloam menghadirkan tiga pembicara ekslusif dari sejumlah dokter spesialis, yakni Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Sentosa SHG, dr. Mohammad Hasrul ,SpOG. Spesialis Anak RS Siloam Bekasi Timur, dr. Natasha Yuwanita, SpA. Dan, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya, Hasjim Hasbullah, SpJP.

Dimulai dari Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Sentosa SHG, dr. Mohammad Hasrul ,SpOG yang memaparkan tentang kehamilan dan nutrisi bagi ibu hamil.

Ia menjelaskan bahwa ada beberapa pemeriksaan laboratorium yang penting dilakukan bagi ibu selama masa kehamilan. Yakni Hematologi, Kadar Glukosa Darah, Virus hepatitis, Serologi, Anti HIV, Urinalisa, Hormon Kehamilan, dan Virus TORCH.

“Selain itu, pertumbuhan janin selama masa kehamilan juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari faktor ibu, faktor anak sampai faktor plasenta. Selain itu, bagi ibu hamil, nutrisi yang cukup juga sangatlah penting untuk kesehatan janin di dalam kandungan,” ujar dr. M Hasrul.

Selanjutnya, mengenai pentingnya pemberian Imunisasi PCV bagi anak, dr. Natasha Yuwanita, SpA menjelaskan bahwa tujuan pemberian imunisasi PCV sendiri adalah untuk merangsang pembentukan imunitas atau kekebalan terhadap infeksi kuman Streptococcus Pneumoniae atau kuman Pneumokokus yang dapat menular melalui udara.

“Manfaat pemberian pemberian imunisasi PCV adalah untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit Invasive Peumococcal Diseases (IPD) yang dapat berupa Meningitis atau peradangan pada selaput otak, Bakteremia atau infeksi bakteri dalam darah dan Pneumonia atau peradangan pada paru – paru,” bebernya dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, pemberian imunisasi atau vaksin akan memberikan reaksi terhadap tubuh anak. Oleh karena itu, para ibu tidak perlu khawatir dengan reaksi vaksin setelah anak mendapatkan imunisasi.

“Beberapa reaksi vaksin yang akan dialami setelah imunisasi yaitu nafsu makan berkurang, kemerahan dan nyeri pada tempat injeksi, demam ringan dan anak menjadi lebih rewel,” tambahnya.

Beralih kepada pemaparan mengenai Penyakit Jantung Bawaan (PJB) oleh dr. Hasjim Hasbullah, SpJP yang menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan merupakan penyakit structural jantung dan pembuluh darah besar yang sudah ada sejak lahir.

Dijelaskannya, Organ jantung akan mulai terbentuk pada hari ke 15 masa kehamilan, pada masa tersebut jika terjadi gangguan maka struktur jantung menjadi tidak sempurna.

“Secara epidemiologi penyakit jantung bawaan terjadi pada 7 – 8 dari 1000 bayi lahir, 40.000 per tahun dengan 30% PJB Kompleks dan PJB merupakan penyebab kematian pada tahun pertama kehidupan,” jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa penyebab Penyakit Jantung Bawaan yang biasa terjadi, diantaranya Faktor genetik, Infeksi Rubella, Obat-obatan, Diabetes, alkohol, mal nutrisi, dan rokok, dan beberapa masih ada yang tidak diketahui penyebabnya.

“Selain itu, Penyakit Jantung Bawaan (PJB) juga dibagi menjadi 2, yaitu PJB Asianotik dan PJB Sianotik. PJB juga dapat dideteksi dengan melihat riwayat keluarga, kehamilan dan persalinan. Selain itu, juga dapat dideteksi dari bising jantung dan beberapa tindakan penunjang medis seperti Rontgen dada, Elektrokardiografi, Ekokardiografi,” pungkasnya.

(ega/tb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed