oleh

Butuh Rp 1 Miliar Pisahkan Rahman-Rahim, Si Kembar Siam Asal Kota Bekasi

-Bekasi-291 views

TENTANGBEKASI.COM – Sungguh malang nasib Rahman-Rahim, bayi kembar siam asal Kota Bekasi yang hingga saat ini belum mampu untuk melakukan operasi pemisahan kedua tubuh.

Bayi Rahman-Rahim sendiri merupakan anak ketiga-empat dari pasangan Ika Mutia Sari (30) dan Romi Darma (35) yang lahir kembar siam pada September 2018 lalu.

Mereka pun tinggal di Kampung Setu, Jalan Bintara IV, Gang Pojok, RT 14 RW 09, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Sang ibu, Ika (30) mengungkapkan, bayi Rahman-Rahim mulai terdeteksi mengalami kembar siam saat dilakukan USG 4D saat usia kehamilan sudah memasuki sekitar 5-6 bulan.

“Pas USG biasa sekitar bulan ketiga kehamilan, baru terdeteksi kalau bayinya kembar. Pas USG 4D di usia kehamilan 5-6 bulan, baru ketahuan kalo kembar siam,” ungkap Ika kepada awak media dikediamannya, Kamis (8/8/2019).

Mengetahui calon anaknya mengalami kembar siam, Ika dan suami pun pasrah. Mereka tetap optimis menantikan kelahiran bayi kembar mereka dengan terus melakukan pemeriksaan berkala.

Ketika waktunya tiba, Ika pun melahirkan si kembar di RS Harapan Kita Kota Bekasi dengan metode operasi caesar. Meski demikian, Ika mengaku tidak ada hambatan apapun ketika melahirkan si kembar.

“Alhamdulillah proses persalinannya lancar. Keduanya lahir dengan selamat dengan berat badan 3.8 kilogram,” kisah Ika.

Diketahui, sindrom kembar siam yang menimpa Rahman-Rahim pun diakibatkan dari adanya gangguan genetik. Yakni, dua sel telur yang masih menyatu yang dimasuki satu sperma.

Meski lahir dengan keadaan tubuh yang saling melekat dengan kondisi jantung dan hati yang menyatu, bayi kembar siam bernama lengkap Ahmad Rahman Al-Hayubi dan Ahmad Rahim Al-Hayubi (Rahman-Rahim) pun tetap tumbuh dan berkembang dengan sehat hingga memasuki usia 10 bulan.

Disisi lain, sang Ayah, Romi (35) mengungkapkan, dibutuhkan dana sebesar Rp 1 Miliar untuk melakukan operasi pemisahan Rahman-Rahim.

Namun apa daya, Romi yang hanya berprofesi sebagai security atau petugas keamanan disalah satu kawasan ruko di Kota Bekasi, dan sang istri, Ika yang berprofesi sebagai Sales Promotion Girl (SPG) disalah satu pusat perbelanjaan di Kota Bekasi, jauh dari kata mampu untuk bisa memisahkan kedua tubuh anak kembar mereka.

“Tapi Alhamdulillah, hari ini, Kamis (8/8/2019) kami menerima bantuan dana langsung dari kedermawanan warga melalui perwakilan ibu-ibu PKK dan Kelurahan sekitar Rp 25 juta. Mudah-mudahan bisa sedikit menjadi tabungan kami untuk bisa mengoperasi Rahman-Rahim,” beber Romi.

Terpisah, Ketua PKK Kelurahan Bintara Jaya, Saidah mengatakan, mengetahui salah satu warganya yang melahirkan anak kembar siam, pihaknya pun langsung mengerahkan para kader PKK untuk pengumpulan dana bantuan untuk pasangan Ika dan Romi.

“Alhamdulillah, berkat bantuan dan dukungan para kader PKK, dalam kurun waktu satu minggu, kami berhasil mengumpulkan sekitar Rp 25 juta dari seluruh warga Kelurahan Bintara Jaya yang langsung kami berikan kepada orangtua Rahman-Rahim,”

“Tapi kami berharap, selanjutnya ada lagi para donatur yang bisa memberikan bantuan maksimal kepada Rahman-Rahim untuk melakukan operasi pemisahan tubuh. Kami juga sudah menginformasikan kepada Pemerintah Kota Bekasi dan dinas terkait perihal kondisi warga kami ini,” pungkas Saidah dalam kesempatan yang sama.

(ega/tb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed