oleh

Hati-hati ! Paspor Hilang Denda Rp 1 Juta

-Bekasi-55 views

TENTANGBEKASI.COM – Para pemilik paspor saat ini harus lebih hati-hati menjaga keberadaan paspornya. Pasalnya, berdasarkan PP Nomor 28 Tahun 2019 terkait jenis dan tarif atas penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku di Kemenkumham, warga yang kehilangan paspor akan dikenakan denda Rp 1 juta. Sementara, untuk paspor yang rusak didenda Rp 500 ribu.

Kepala Imigrasi Kelas II Non TPI Bekasi, Petrus Teguh membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, jika ada yang kehilangan paspor bisa dikenakan denda dan biaya kepengurusan paspor baru.

“Kemudian, berlaku penangguhan pembuatan paspor selama 6 bulan hingga 2 tahun. Apabila, terbukti kehilangan karena unsur kesengajaan, kecerobohan atau lalai. Jika realita terbukti hilang secara tidak sengaja, maka tak ada proses penangguhan tersebut. Mereka yang kehilangan paspor harus melapor ke kantor imigrasi membawa bukti surat keterangan hilang dari kepolisian,” ujar Petrus di Gedung Imigrasi, Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara, Jumat (29/11/2019).

Setelah itu, pihak imigrasi akan menjadwalkan pemohon untuk menjalani berita acara pemeriksaan (BAP). Tujuannya yaitu, meminta keterangan pemohon, mencari tahu alasan kehilangan lewat proses wawancara.

Sekaligus memastikan apa alasan yang disampaikan kepada kepolisian dengan yang imigrasi sinkron. Nantinya setelah melalui BAP, imigrasi yang menentukan kehilangan paspor ini unsur sengaja atau tidak.

Jika terbukti tidak ada masalah, kepala kantor imigrasi akan memberi persetujuan untuk kepengurusan paspor baru.

“Saat pemohon mengurus paspor baru, dia akan dikenakan denda dan biaya paspor baru sekaligus. Dan selanjutnya, pembayaran pun akan tetap dilakukan melalui pihak ketiga atau bank,” tegasnya.

Petrus pun mengungkapkan, Kantor Imigrasi Klas II Bekasi sendiri hingga saar ini memiliki kuota yang tersedia untuk permohonan paspor sebanyak 250 orang per hari.

Selain itu, Petrus menjelaskan, saat ini masyarakat pun sudah bisa mengurus paspor elektronik atau E-Paspor. Mulai dari biaya pembuatan paspor biasa, paspor elektronik (E-Paspor), hingga biaya pembuatan paspor hilang (perbuku).

Tarif biaya pembuatan paspor pun, kata dia, telah diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2019 Tentang Tarif dan Biaya Beban Penerimaan Buku Pajak di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM.

Jika paspor biasa dibutuh biaya Rp350 ribu, sementara untuk biaya pembuatan paspor elektronik sebesar Rp 650 ribu.

“Kurang lebih fungsi dan syarat pengajuan paspor sama. Perbedaan pada paspor elektronik terdapat chip di buku tersebut. Buku tetap sama berisi 48 halaman,” terangnya.

Ia pun menjelaskan beberapa benefit dari E-Paspor, yakni layanan E-Paspor akan mempermudah kerja keimigrasian serta membawa beberapa keuntungan bagi pemiliknya, salah satunya bebas visa ke Jepang.

Pasalnya, e-paspor dilengkapi dengan chip penyimpan data, seperti data biometrik yakni wajah dan sidik jari serta data penerbit paspor.

Selain itu, e-paspor terintegrasi dengan auto gate di tempat pengecekan paspor seperti bandara dan pelabuhan, sehingga mempercepat identifikasi pengguna.

“Dengan e-paspor yang memiliki chip dan antena, pemegangnya bisa melewati pemeriksaan paspor melalui auto gate. Jadi, ini akan mengurangi antrean pengecekan paspor di bandara-bandara, pelabuhan atau tempat lainnya. Dan ini juga akan meminimalisir paspor palsu,” bebernya.

Petrus menjelaskan, untuk persyaratan membuat e-paspor sama dengan pembuatan paspor biasa, meskipun ada syarat khusus bagi pemegang paspor lama untuk memperoleh e-paspor.

“Syaratnya sama, namun bagi pemegang paspor lama yang ingin menggantinya ke paspor baru itu dengan syarat paspor hilang, rusak atau sudah penuh, tidak bisa hanya karena gaya-gayaan sudah memiliki e-Paspor,” kata dia.

Petrus juga menyiapkan petugas di loket pelayanan secara maksimal. Dengan petugas yang maksimal, diharapkan pelayanan penerimaan berkas dan foto paspor bisa dilakukan dengan baik sesuai standar manajemen mutu atau ISO. (ega/tb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed